Jumat, 21 Mei 2010

MATA BENCANA DEWA

Keikhlasan apa masih ada?
Ketulusan apakah nyata?
Alam ini sudah tak steril lagi, manusia berbondong seakan ingin bermuka dua
mungkin aku, kau, atau dia, mungkin juga mereka..

Disekeliling menyapa, eksplesitkan keramahan semu
Buah dari keinginan privat para oportunis
dimanakah sisa-sisa teriakan merdeka atau mati, wujud perjuangan pengabdi negeri?
Apakah semua hanya antitesa sejarah dalam kaca, tiada evolusi patrotisme cuma lobang -lobang tanpa harapan.

Menangis diri ketika ku dengar berita kerusakan generasi negeri
meningkatnya prosentase seks bebas pada anak negeri
seperti halilintar menyeruak menggores sanubari.
inikah negeriku inikah generasi bangsaku! degradasi moral, distorsikan semua cita - cita kemerdekaan

Mata bencana Dewa
apakah itu kemauan, pengabdian atau pragmatisme?
wahai para cecunguk pejabat negeri.
apakah itu dedikasi atau menjilat kaki? Wahai para pelayan negeri

wahaha..mores! senyum-senyum keserakahan
uang..uang..uang biarkan yang lain membenci
aku masih menikmati berjalan tersuapi
aku tetap aman, karena pembongkar kasus telah dibungkam, penangkap tikus telah difitnah
kepolisian, kejaksaan dan sebagian besar stuktur hukum telah lupa dengan pro justitianya.
Celoteh-celoteh koruptor!

Mata bencana Dewa
Siapa yang laknat dan siapa yang melaknat?
Biru..biru tinggal kelabu
Kalbu..kalbu atau batu?

Esensikan wajah negeri dalam mata bencana Dewa.

0 komentar:

Posting Komentar