Kau Sambut aku dengan lambaian manis
Bersama beban berat yang kau teguhkan
dengan serpihan udara
Dalam liukan rekayasa burung muara
Aku datang dengan kelelahan
Kau dinginkan dengan kibaran hijau
Diatas bambu setinggi tiga meter PAS
Di rentet paras cantiknya
Wahai kebahagiaan
Wahai kuntum dan kuncup yang teriakkan arti kesenangan
Telah jembarkan kalbuku
Bersama kesan dan rayuan kotamu
Terimakan aku dalam hajatmu
Terimakan aku dalam gawai besarmu
Menyambut sang pemimpin baru
Dalam ribuan harapan baru
Bawa restu kyaiku
Muktamar NU ke-32 dalam pandang
Ceriakan aku pada berita sucimu
Makassar, oh… Makassar ceriakan aku..
Rabu, 17 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar