Senyum Cemara didepanku, menuai ketakjuban
di dampingi garis-garis pembatas yang tertatata
ketika aku tertunduk lesu dengan celoteh
yang tak juntrung tanpa jawaban
tegakkan Kepalamu, kerutkan dahimu, kerdipkan matamu
kata secarik kertas yang membaur
dalam kubangan sampah
di pinggir selokan
tertawapun jadi ngilu
bicarapun lidah kelu
kosongkan lipatan -lipatan
dan lembaran pemicu kehidupan
semua tiada tertarik lagi
atas keinginan yang terpendam.
Jumat, 15 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar