Jumat, 15 Januari 2010

JIWA MAWAR


Riuh terpaan angin di sore hari lalu
Goyangkan seluruh tubuh mengusap peluh
Tiada kata hati dalam rona
Tapi hanyalah bergelut dalam dawai yang tak lagi utuh

Referensi kehidupan hanya bisa aku lirik
Tanpa ada tuntunan mata hati
Semu, kelabu ter garis dalam satu rentetan
Dalam arah tugu tugu tanpa poros

Dia telah pergi mencari kesempurnaan diri
aku msh menanti dalam kotak keabadian
kosong tanpa penyangga
setetes keyakinan pun mulai sirna

wahai… buana semesta alam
tampakkan senyuman demi setiap nafas kehidupan
biar alam memuji semua terapan dari keseharian
menggendong setiap rasa yang tak mampu menengadah kedepan

biarkan dia asik bercanda dengan kemunafikannya
dan biarkan dia bersendawa dengan kerapuhan durinya
kita tak perlu rasa untuk mengarahkan
hanya mengamati indahnya dalam pujian para penghuni taman

0 komentar:

Posting Komentar