Duduk dibangku kuno
bersandar menjalin dibawah rapuhnya atap
berbaris miring sepatu, wadah aroma keringat kaki
bau -baunya kerak perjalanan para aktivis negeri
belalakkan mata pada ketinggian bangunan, berhias lampu tidur
selimutkan warna putih pada cat -cat berbau lautan uang
Aktivis berbicara aktif, bersendau dengan ribuan retorika intelektualnya
berlomba membungkus kakus, busukkan harga diri para aktivis negeri
kau tampar teriakan 45
kau buat menangis negeri dengan aspirasi palsu
Dalih -dalih perjuangan hanya bias katamu
provokasikan segala hal adalah makananmu
revolusioner hanya kau jadikan bercak -bercak penghias wajah
makna kosong tanpa stigma, kau hias indah dengan dalih pejuang reformasi.
Pukulan aktivis gombal.., perusak citra kami
belum pernah ditanya sumbangsih untuk negeri
tapi terus desak pencairan dana kegiatan semu
siapa koruptor, siapa dia maling negeri
Kembalilah pada esensi perjuangan
mulyakan pergerakan bersama tujuan asali
untuk perubahan sosial, politik kebaikan negeri
reinkarnasi ribuan Marco Kartodikromo Medan Prijaji
Jumat, 15 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar