Jumat, 15 Januari 2010

PENYAKIT KAUM BORJUIS


Terukir indah sebatang kayu
tergeletak dalam gubangan
tertancap satu besi tua berbentuk jarum
mengundang mala bagi tiap insan

Insan berwajah cantik
insan bermulut manis
insan terhias kain sutra
insan dengan segala wajah dalam asa

Ucapan cinta hanya untuk memperdaya
ucapan sayang hanya untuk menutup belang
tersenyum hanya untuk menghina
tertawa pun ketika penderitaan melanda saudara

bayang-bayang kemunafikan
bayang-bayang ketamakan
bayang-bayang kesombangan
bayang para Borjuis dengan penyakit hati

Gilas, gusur, tindas, dengan teriakan dan hinaan
tak mau tahu nasip penghuni negeri
yang lain dinggap ulat ulat yang membuat gatal mata
hanya kaumnya yang dianggap pantas menikmati dunia

Kami kaum borjuis adalah kaum bangsawan
yang berhak menikmati kekayaan alam
kata salah satu dari mereka.
pandangan picik pada orang pinggiran pun terpelihara

hai kau! apakah benar yang kau kata
jangan tertawa karna tertawamu menyakiti kami
jangan bicara karna bicaramu hanya menghina kami
kami! kaum buruh, kaum petani yang menghidupi negeri

Kumpulkan komunitasmu dan bekerjalah sendiri
membesarkan perutmu dan menyuburkan lidahmu
tanpa tenaga kami, apa kamu bisa?
tanpa bantuan dan jerih payah kami, apa kamu bisa?

sebagian besar kami memang miskin
tapi kami masih sanggup memberi makan anak kami
walaupun tidak se-steril piring nasi para pengeranmu
tapi kami masih punya harga diri, juga mereka anak kami

cukup gelandangan yang kau santuni
kami hanya butuh kau hargai
cukup anak yatim yang kau beri sedikit hartamu
sedang kami tanpa cacian dan hinaan, cukup!

Singkirkan semua kejelekan pandanganmu tentang kami
cukup tersenyum dan sapalah kami
cukup diam dan sentuh kami
maka kami akan menjadikanmu tuan kami
wahai.. kaum borjuis dengan penyakit hati.

0 komentar:

Posting Komentar